NEWS
DETAILS
Kamis, 15 Feb 2024 10:05 - Komunitas Honda Etam

Samarinda – Berkendara dengan sepeda motor di jalan raya memang menyenangkan dan lebih efisien secara waktu. Selain menyenangkan, berkendara di jalan raya membutuhkan fokus dan juga kewaspadaan terhadap sekitar, terutama waspada terhadap blind spot dari kendaraan sendiri maupun kendaraan lain. Dengan dimensi yang lebih kecil, sepeda motor memiliki kemampuan berkendara lebih lincah dan mudah untuk menyalip kendaraan lain, namun juga berpotensi sulit terdeteksi di area blind spot kendaraan lain yang lebih besar.

Blind spot merupakan “titik buta” kendaraan yang tidak bisa dijangkau oleh mata pengendara dan spion standar kendaraan. Untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan akibat “titik buta” tersebut. Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara,

Berikut ini hal – hal apa saja yang perlu diketahui oleh pengendara motor untuk mengantisipasi bahaya blind spot. 

1. Jaga Jarak Aman: Jangan terlalu dekat dengan kendaraan yang ada di depan kita. Kendaraan di depan tidak akan mengetahui keberadaan kita jika terlalu dekat apalagi kendaraan yang besar seperti truk.

2. Pastikan area blind spot kita secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau lajur kendaraan. Gunakan lampu tanda atau sein jika ingin pindah jalur, berbelok, dan juga berhenti bisa gunakan lampu tanda atau lampu sein untuk memberikan peringatan pada kendaraan lain di depan dan dibelakang

3. Fokus mata dan pendengaran saat berkendara untuk memaksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Untuk itu, hindari mendengarkan musik dengan headset saat berkendara serta hindari menggunakan knalpot tidak standar karena berpotensi menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan kita saat berkendara.

4. Selalu memposisikan di area luar blind spot kendaraan lain agar terlihat oleh kendaraan lain.

5. Bunyikan klakson atau lampu untuk melakukan konfirmasi kepada pengguna jalan lain bahwa apabila kita berada pada area blind spot-nya dan segera keluar dari area blind spot tersebut. Jika tiba – tiba kendaraan di depan kita melakukan manuver yang aneh jangan ragu untuk memberikan sinyal berupa klakson, dengan tujuan memberikan peringatan bahwa kita berada tepat dibelakang mereka.

6. Menggunakan pelengkapan berkendara yang terlihat, sehingga tidak mudah terabaikan oleh kendaraan lain.

“Pahami dan ketahui area blind spot kendaraan kita dan juga kendaraan lain dengan mengikuti pelatihan safety riding agar mampu memprediksi bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika bekendara. Selain memahami posisi blindspot suatu kendaraan, pengendara juga harus menerapkan #cari_aman dalam berkendara sehingga meminimalisir resiko kecelakaan,” kata Fajrin Nur Huda, Instruktur Safety Riding Astra Motor Kaltim 2
 
Bagi masyarakat yang ingin memperkaya keterampilan berkendara dengan pengetahuan safety riding, info lebih lanjut bisa akses sosial media Instagram @hondaetamkaltim

RELATED
NEWS